Tampilkan postingan dengan label Sharing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sharing. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Mei 2011

Hepatitis B 100 Kali Lebih Menular Dibanding HIV

Virus Hepatitis B merupakan salah satu penyebab infeksi liver atau hati berat. Di Amerika, 1 dari 20 orang dapat terinfeksi virus ini. Tiap tahunnya ada 2 juta orang terinfeksi, 350 orang dengan status kronis, dan diperkirakan 600 ribu orang di dunia meninggal akibat penyakit ini, Virus ini mempunyai media penularan yang serupa dengan HIV, yaitu melalui darah dan cairan tubuh. Hepatitis B tidak ditularkan melalui kontak kulit, keringat, air mata.

Beberapa gejala dari penyakit ini antara lain:

1. Berkurangnya nafsu makan
2. Mual muntah
3. Lemah
4. Nyeri perut terutama bagian kanan atas di sekitar iga paling bawah
5. Kulit kuning dan warna mata yang harusnya putih juga mulai menguning, yang dikenal sebagai jaundice.
6. Nyeri sendi

Diakui oleh World Health Organization (WHO) bahwa virus Hepatitis B berpeluang 50 sampai dengan 100 kali lebih menular (infectious) dibandingkan dengan Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Risiko terkena Hepatitis B meningkat apabila:

1. Pengguna jarum suntik yang tidak aman
2. Hubungan seksual yang tidak terproteksi. Gunakanlah kondom dengan bahan latex atau polyurethane apabila alergi latex.
3. Lahir dari ibu yang menderita Hepatitis B

Apabila Anda merasa telah melakukan tindakan yang berisiko terinfeksi Hepatitis B, segera ke dokter untuk dapat memperoleh suntikan immunoglobulin dalam waktu 24 jam.

Apabila Anda mengetahui telah mengidap Hepatitis B, ada baiknya untuk:

1. Selalu terproteksi saat berhubungan seksual
2. Utarakan kepada partner sexual Anda bahwa Anda mengidap Hepatitis B
3. Utarakan pula kepada tenaga kesehatan apabila Anda dirawat di RS untuk penyakit tertentu, sehingga tenaga kesehatan tersebut dapat melindungi diri dengan memakai sarung tangan saat melakukan tindakan medis
4. Jangan meminjamkan pisau cukur rambut atau kumis dan sikat gigi
5. Utarakan kepada dokter kandungan apabila Anda hamil

Penyakit Hepatitis B dapat bersifat akut (kurang dari 6 bulan) atau kronis (lebih dari 6 bulan). Kondisi kronik dapat menyebabkan kondisi sirosis Hepatis atau kondisi yang menyebabkan kerusakan jaringan liver permanen, gagal fungsi liver atau bahkan kanker yang berakibat fatal.

Meskipun terapi spesifik untuk virus ini masih dalam investigasi lanjut, sebenarnya virus ini dapat dicegah hanya dengan melakukan vaksin. Vaksin Hepatitis B yang dikenal sebagai Engerix-B efektif untuk memberikan 95% proteksi pada anak dan dewasa.
Perlu diperhatikan bahwa ada efek samping setelah pemberian vaksin ini yang berupa lemah, sakit kepala, mual dan bengkak di sekitar suntikan, yang tidak berlangsung lama.
 
sumber : detikHealth

Penderita Thalassemia Paling Banyak Ada di Jateng dan Jabar

Meski berisiko pada siapa saja, POPTI (Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalassemia Indonesia) menemukan penderita thalassemia paling banyak berasal dari suku Jawa dan Sunda.


"Sebelum menikah jangan lupa tes thalassemia dulu, apalagi kalau orang Jawa dan Sunda, itu paling banyak," jelas Ruswandi, pendiri POPTI (Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalassemia Indonesia) di bawag Yayasan Thalassemia Indonesia (YTI), dalam acara Press Briefing 'Satukan Cinta Kendalikan Thalassemia' di Prodia Tower, Jakarta, Rabu (4/5/2011).
Ruswandi menjelaskan, sebenarnya dia tidak tahu persis mengapa penderita thalassemia paling banyak berasal dari Jawa dan Sunda.

"Ini berdasarkan pantauan dari cabang-cabang (kantor cabang YTI di seluruh Indonesia) dan Thalassemia Center yang ada di RSCM," jelas Ruswandi.
Menurut penderita thalassemia banyak terdapat di Bogor, Sukabumi, Bekasi, Garut, Tasikmalaya, Banjar, Majalengka, Cirebon, Cilacap, Ciamis, Pangandaran.

"Sedangkan di Jawa, di Purwokerta ditemukan 80 orang, Kebumen (tahun 2010, 25 orang dan sekarang 50 orang). Dan masih banyak lagi di kota-kota kecil di Jawa. Kalau di RSCM orang Batak tidak ada. Ada yang dari Medan tapi asalnya dari Aceh. Kalau di Aceh memang banyak, ada sekitar 100 orang di Rumah Sakit" jelas Ruswandi.

Ruswandi mengatakan dari 22 cabang yang ada di Indonesia, ada sekitar 4.328 orang menderita thalassemia mayor, sedangkan di luar cabang ada sekitar 1.500an.

"Secara keseluruhan, di tahun 2010 ada 5.050 orang dan per April 2011 sudah tercatat 5.538 orang. Jumlah ini akan terus bertambah bila tidak dicegah," ujar Ruswandi.

Thalassemia adalah penyakit kelainan darah yang diturunkan atau diwariskan, ditandai dengan kondisi sel darah merah mudah rusak atau umurnya lebih pendek (<120 hari) sehingga penderita mengalami anemia dan harus menjalani transfusi darah seumur hidup.

Thalassemia ditemukan di seluruh penjuru dunia. Frekuensi pembawa gen thalassemia di Indonesia berkisar 6-10 persen, artinya dari setiap 100 orang terdapat 6 sampai 10 orang pembawa gen thalassemia (thalassemia minor).

Orang yang membawa gen thalassemia umumnya tidak memiliki gejala apapun. Yang menjadi masalah adalah ketika dua orang pembawa gen thalassemia menikah dan memiliki anak.

Ketika dua orang pembawa sifat thalassemia menikah, maka 25 persen kemungkinan anak yang dilahirkannya adalah menderita thalassemia mayor, 50 persen pembawa gen thalassemia (thalassemia trait) dan 25 persen normal.

Sedangkan orang pembawa sifat thalassemia menikah dengan orang normal, maka 50 persen kemungkinan memiliki anak pembawa gen thalassemia (thalassemia trait) dan 50 persen normal.

Dan bila pembawa sifat thalassemia menikah dengan penderita thalassemia mayor, maka 50 persen kemungkinan anaknya menderita thalassemia mayor dan 50 persen kemungkinan lainnya adalah pembawa sifat thalassemia.
Namun thalassemia merupakan penyakit darah bawaan yang sebenarnya dapat dicegah dengan menghindari memilih pasangan hidup yang membawa gen thalassemia tersebut.
Dengan melakukan skrining pasangan pembawa gen tersebut bisa mengukur tanggung jawab apa yang harus dilakukan jika hal tersebut terjadi pada keturunannya.

Jika masing-masing pasangan memiliki bawaan gen juga bisa memutuskan apakah akan memiliki anak atau tidak. Penyakit yang juga dikenal sebagai penyakit kelainan darah ini memang penyakit yang dapat merenggut hidup seseorang, bahkan ketika masih dalam kandungan sekalipun.
 
sumber : detikHealth

Selasa, 09 Februari 2010

Anak Autis Lebih Dipengaruhi Usia Ibu Daripada Ayah

California, Orangtua berusia di atas 40 tahun cenderung memiliki masalah ketidaksuburan, salah satunya berisiko melahirkan anak autis. Tapi menurut studi terkini, risiko memiliki anak autis lebih dipengaruhi usia ibu, bukan ayah.
Peneliti Amerika Serikat menemukan bahwa risiko anak autis bisa terjadi jika perempuan melahirkan di atas 40 tahun atau perempuan di bawah 30 tahun yang memiliki suami di atas 40 tahun.
Perempuan berusia 40 tahun berisiko memiliki anak autis 50 persen lebih tinggi dibandingkan perempuan yang berusia 25-29 tahun. Sementara itu usia ayah yang lebih tua yaitu 40 tahun ke atas hanya akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap risiko anak autis jika ibunya berusia di bawah 30 tahun.

"Ibu yang usianya sudah tua semakin besar risiko memiliki anak autis, terlepas dari ayahnya yang masih muda atau sudah tua," ujar Irva Hertz-Picciotto dari University of California Davis MIND Institute, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (9/2/2010).

Namun, hasil penemuan ini bertentangan dengan penelitian sebelumnya di tahun 2006 terhadap anak-anak yang lahir di Israel. Penelitian tersebut menyebutkan bahwa usia ayah justru memainkan peran lebih besar.
Hertz-Picciotto menambahkan memang telah ada perdebatan mengenai siapa yang paling memberikan kontribusi terhadap risiko autis, banyak orang berpikir risiko ini tidak mutlak ditentukan oleh ibu.
Saat ini peneliti dan pembuat kebijakan tengah giat mencari penjelasan penyebab meningkatnya jumlah anak-anak yang didiagnosis dengan autis. Penyakit autis hingga kini belum ditemukan obatnya, anak yang mengalami autis biasanya memiliki masalah ketidakmampuan komunikasi serta keterbelakangan mental yang gejalanya relatif ringan hingga yang berat.
Masalah usia orangtua ini bisa menjadi tantangan dalam menentukan faktor risiko anak autis, karena ibu dan ayah yang sudah tua cenderung untuk memiliki anak bersama-sama. "Ini bisa terjadi karena saat orangtuanya sudah sama-sama tua, maka risiko yang diberikan oleh ayah sebanding dengan risiko dari ibu," ujar Hertz-Picciotto.
Peneliti mengungkapkan orangtua yang sudah berusia di atas 40 tahun, cenderung telah menggunakan perawatan kesuburan. Selain itu kemungkinan lain adalah para ibu cenderung memiliki kondisi autoimun termasuk gestational diabetes, telah banyaknya racun yang masuk ke tubuhnya sehingga sperma dan sel telur cenderung memiliki beberapa perubahan yang dapat meningkatkan risiko.
Faktor lain yang diduga turut memainkan peran mengembangkan anak autis adalah produk rumah tangga yang mengandung bahan berbahaya, perawatan medis, makanan yang dikonsumsi, suplemen dan adanya infeksi yang terjadi.
 
(http://health.detik.com/)

Minggu, 07 Februari 2010

Hukum Bersalaman Lelaki Perempuan


Syariat Islam melarang sama sekali untuk bersalaman antara lelaki dan perempuan yang tidak ada pertalian persaudaraan. Ringkasnya yang batal air sembahyang dan dibolehkan berkahmin, melainkan dengan berlapik. Apa yang dinyatakan di atas berdasarkan mazhab Syafie dan juga telah dinyatakan oleh Sheikh 'Athiah Saqar dari Majlis Fatwa Al Azhar dengan katanya berdasarkan kaedah mazhab Syafie:

    ‘Tidak halal bersalarnan antara lelaki dan perempuan melainkan dengan berlapik.’

    Ini berdasarkan ayat al Quran yang berbunyi:

    “Ataupun kamu sentuh wanita maka tiada kernudahan air untuk kamu berwuduk maka hendaklah karnu tayammum dengan tanah yang suci.” (Surah Al-Nisa': 43)

    Berdasarkan ayat ini mengilcut mazhab Imam Syafie adalah batal wuduk sekiranya bersentuh lelaki dengan perempuan, maka dengan demikian adalah haram bersentuhan dengan sengaja sama ada secara bersalaman atau lainnya. Sama ada dengan rasa keinginan atau tidak, bersalaman tidak boleh kecuali dengan berlapik atau beralas.

    Manakala jumhur, iaitu (Hanafi, Maliki dan Hambali) berpendapat tidak mengapa sekadar bersalarnan antara lelaki dan perempuan sekiranya tidak ada keinginan nafsu antara mereka.

    Walau bagaimanapun menurut fatwa Sheikh Mohd Mutwalli al-Sha'rawi menyatakan bahawa tidak digalakkan bersalaman antara lelaki dengan perempuan sekalipun disertakan dengan niat sekadar bersalaman sahaja. Kerana ini adalah peraturan dari hukum syarak ditakuti akan wujud bibit-bibit keinginan nafsu syahwat melalui antara dua tangan yang bersalaman tadi. (Rujuk Muhd. Mutwali Al-Sya'rawi. T.T. 157).

    Menurut mazhab Syafie seandainya bersalaman tanpa lapik adalah berdosa kerana sentuhan di antara dua tangan yang bukan mahramnya (bukan ibu bapa atau saudaranya) wajiblah beristighfar dan bertaubat memohon keampunan dari Allah. (Rujuk Al-Imam Abi Zakaria Yahya bin Syarafi Al-Nawawi Al-Demsyacli. 1992. hlm. 185-186).

    Masalah ini jika hendak diperkatakan dianggap sesuatu yang ringan dan remeh di kalangan orang Islam. Sebenamya ia adalah besar dan berat di sisi Allah dan di sudut akhlak orang Islam, lebih-lebih lagi di kalangan anak-anak muda dan remaja kerana ini membawa saharn kepada gejala gejala yang lebih besar. Sebab itulah dari menularnya permasalahan yang lebih besar maka jalanjalan yang mendorong ke arahnya mesti dihalang terlebih dahulu. Soal ini ditegaskan berdasarkan hadis Rasulullah s.a.w. yang diriwayatkan oleh Ma'qal bin Yasar telah menceritakan bahawa Rasulullah pernah bersabda dengan katanya:

    ‘Sekiranya ditikam di kepala seseorang kamu dengan sebatang besi adalah lehih haik baginya dari menyentub kulit wanita yang tidak halal untuk disentuh.’ (Riwayat Baihaki)

    Hadis ini menunjukkan bahawa syariat Islam menegah sama sekali menyentuh jasad wanita yang sihat dan sempurna serta normal, kecuali apabila wanita itu didapati sakit atau memberi pertolongan cemas ataupun dengan maksud mengubat, maka ini dibolehkan di sisi syariat sekadar yang sepatutnya dengan ertikata memberi pertolongan serta disaksi olch orang lain iaitu bukan herdua duaan dan tidak sekali kali melampaui batasan. (Rujuk Muhd. 'Abdul Raof Al-Manawi. 1972. hlrn. 258)


(e-Book Adab Pergaulan Menurut Al-Quran dan As-Sunnah)

Nyandu Internet Bisa Sebabkan Depresi


Satu lagi penyebab depresi yang mungkin tidak Anda sadari. Baru-baru ini peneliti menyebutkan bahwa pecandu internet yang sering membuka situs komunitas, seksual dan game online bisa terkena depresi. Pecandu internet tidak sadar bahwa kebiasannya yang menyenangkan itu bisa jadi ancaman untuk kesehatannya.

Semakin lama seseorang berselancar di dunia maya, semakin rendah tingkat kebahagiaanya. Demikian menurut studi terbaru yang dilakukan peneliti dari Great Britain.

Penelitian dilakukan dengan menganalisa penggunaan internet dan level depresi terhadap lebih dari 1.000 partisipan berumur 16-51 tahun. Menurut peneliti dari Leeds University, sebanyak 1,2 persen partisipan tergolong 'pecandu internet'.

Pecandu internet ini biasanya menghabiskan waktunya untuk membuka situs-situs online seperti situs komunitas dan game. Mereka juga lebih banyak melakukan browsing terhadap situs-situs yang berbau seksual.

Hasil studi menunjukkan, partisipan yang tergolong pecandu internet cenderung mengalami gejala-gejala depresi seperti mudah gelisah, tegang, tidak nyaman dan lainnya.

"Kami menemukan hubungan antara lamanya waktu menggunakan internet dengan level depresi. Perasaan sedih atau senang ternyata sangat erat kaitannya dengan seberapa besar ketergantungan seseorang terhadap internet," kata Carriona Morrison dalam Journal Psychopathology, seperti dilansir Newyorkdailynews,Jumat (5/2/2010).

Beberapa orang menggunakan internet sebagai media pelepas stres, tapi banyak yang tidak sadar bahwa kegiatan itu justru membuatnya tambah depresi.

"Sebagian orang pergi online karena ingin melepas beban atau stres dengan cepat. Mereka pikir daripada mengeluarkan tenaga untuk keluar dan bertemu orang-orang, lebih baik mereka berinteraksi dari dunia maya. Mereka merasa sangat senang dengan cara seperti itu, tapi mereka tidak sadar ada bahaya yang mengancam dari kebiasaannya itu," ujar psikolog Jean Cirillo.

Meski demikian, peneliti belum bisa memastikan apakah faktor internet yang menyebabkan depresi ataukah memang orang depresi itu ketergantungan pada internet.

"Yang jelas, penggunaan internet berlebih harus jadi peringatan munculnya risiko depresi dan penyakit lainnya," kata Cirillo. (sumber : http://health.detik.com)

Selasa, 02 Februari 2010

Export Data Dari Excel ke MySQL


Mungkin informasi ini udah umum, tapi info ini dapet dari percobaan+pengetesan, ternyata cara export data Excel ke Mysql ini lebih ampuh dalam eksekusinya. Bisa dilihat sewaktu processing, efektif.
Lansung aja untuk beberapa langkah konversinya.
1. Simpan/save as file excel dengan format csv.
2. Buat database dulu msl belum ada databasenya. Lalu buat Tabel, jumlah kolom sesuaikan dengan kolom-kolom yang ada di excel.
3. Buka tab SQL untuk eksekusi query load data dari file excel.

LOAD DATA LOCAL INFILE ‘path dan nama file csv‘ INTO TABLE 'nama tabel di MySQL'  FIELDS TERMINATED BY ‘,’
ENCLOSED BY ‘”‘ LINES TERMINATED BY ‘\n

Catatan:
Misal anda mengkopi paste query diatas mungkin hasilnya error, oleh karena itu perlu diinget tanda (') dan (") di periksa lagi.
LOAD DATA LOCAL INFILE 'E:/dok/kerja/web/xxxxxxx.csv' INTO TABLE anggota FIELDS TERMINATED BY ',' ENCLOSED BY '"' LINES TERMINATED BY '\n'

Path file-nya menggunakan “/”, bukan “\”.
Buka file CSV and menggunakan Notepad atau Notepad++. Bila batas antar kolom adalah “,” maka gunakan FIELDS TERMINATED BY ‘,’ koma. Tapi bila batas antar kolomnya menggunakan “;” maka gunakan FIELDS TERMINATED BY ‘;’ titik koma.
Untuk penanggalan karena di MySQL berformat yyyy/mm/dd maka ubah formatnya terlebih dahulu di excel dng format yyyy/mm/dd.
Selamat mencoba.

Kamis, 21 Januari 2010

Ucapan amin, aamin, amiin, dan aamiin


Lafaz aamiin diucapkan didalam dan diluar salat, diluar salat amin diucapkan oleh orang yang mendengar doa orang lain. Aamiin termasuk isi fiil Amr, yaitu isim yang mengandung pekerjaan. Maka para ulama jumhur mengartikannya dengan Allahummas istajib (ya Allah ijabahlah). Makna inilah yang paling kuat dibanding makna-makna lainnya seperti bahwa aamiin adalah salah satu nama dari asma Allah swt.

Membaca aamiin adalah dengan memanjangkan a (alif) dan memanjangkan min, apabila tidak demikian akan menimbulkan arti lain.
Dalam Bahasa Arab, ada empat perbedaan kata “AMIN” yaitu :

1. ”AMIN” (alif dan mim sama-sama pendek), artinya AMAN, TENTRAM
2. "AAMIN” (alif panjang & mim pendek), artinya MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN
3. ”AMIIN” (alif pendek & mim panjang), artinya JUJUR TERPERCAYA
4. “AAMIIN” (alif & mim sama-sama panjang), artinya YA TUHAN, KABULKANLAH DOA KAMI


Arti kesemuanya bermakna baik, tapi benar atau belum pemakaian kata² tersebut?
Supaya apa yang kita lafalkan benar dan sesuai dengan arti yang kita inginkan.
Semoga bermanfaat...


Wallahu a'lam bish showab

Rabu, 02 Desember 2009

Jin Tengkor


Sharing aja tentang satu cerita,, cerita yg bisa dikatain nonfiksi tapi bisa juga dikatain fiksi, percaya boleh ga percaya juga boleh, yah tergantung penalaran dan pemikiran masing-masing aja. Tau lah tentang "suster ngesot" hantu yang jalannya ngesot-ngesot, hantu yg rating popularitasnya naik gara-gara nongol di film-film horor layar lebar. Hantu yang orang awam pun kenal, bak layaknya artis yang akting di sorotan kamera buat orang yang nonton teriak-teriak histeris. Whatever lah...


Awalnya masa bodo ngapain mikirin, boro-boro ingin tau kenapa tuh hantu jalan ngesot-ngesot g puguh.
Ada sharing, yaa.. bertindak sebagai pendengar yang baik, dapet neh sharing penting ga penting lumayan untuk sharing juga. Sebut aja Sekar (nama samaran), Sekar cerita tentang satu tetangganya, dimana tetangganya itu tinggal di kota yang penuh aroma dengan kejadian2 mistik. Tetangga Sekar punya putri perempuan yang sekiranya sekarang umurnya 4 tahun. Di jelasin, anak perempuan itu sampe sekarang belum bisa jalan, padahal fisik kaki anak itu normal2 aja keadaannya. Dari usia normal 1 tahun hingga 2 tahun dia dah menjalani pengobatan medis, dari perjalanan medisnya yg didapat, kondisi tulang dari anak kecil itu normal-normal aja. Dari cerita Sekar, bahkan anak kecil itu di vonis  dokter  anak yang normal untuk bisa jalan layaknya anak kecil pada umumnya. Sebagai orang tua ya jelas bingunglah, terbelenggu rasa cemas dan bertanya-tanya.. "ada apa dengan anak saya, apa dosa saya" (meureun gitu ungkapan di hati kecilnya).

Melaju seiring waktu, apa daya anak yang dah berumur 4 tahun itu, cuma bisa merondang dan di gendong orang tuanya untuk bisa bepergian jauh. Satu saat orang tuanya  nguping2, didapet informasi tentang seseorang yang mendapat titisan dari leluhurnya (sebut aja Ma' Imah), dimana dari cerita yang beredar , Ma Imah bisa membantu pengobatan alternatif (dengan dasar tujuan do'anya kepada ALLAH Yang Kuasa). Seraya dengan informasi yang orang tuanya denger tentang pengobatan itu, langsung ngacir  tuh dibawa anak perempuannya ke tempat pengobatan Ma Imah, kebetulan tempatnya g terlalu jauh (jadi g terlalu engap-engapan gendong anaknya).


Kalem... nah disini boleh percaya boleh juga kagak percaya..
Sekar lanjutin ceritanya,, di tempat pengobatan, Ma Imah bilang klo anak perempuan itu g bisa jalan  disebabkan pengaruh mistik alias pengaruh gaib. Di rumah anak itu ada "jin tengkor" (Sekar bilang alias hantu ngesot) yang dah lama menclok di rumah anak perempuan itu. Jin tengkor itu selalu ngeganggu misal anak itu mau belajar jalan, yang Sekar denger dari Ma Imah, jin tengkor selalu megangin erat kaki si anak misal mau belajar mapah berjalan. (si jin tengkor ingin punya temen sama-sama tengkor kali, mau buat organisasi apa. Entah apa pemikiran si jin tengkor, emang yang nama nya jin sesat niatnya selalu ngeganggu, banyak-banyak dzikir aja untuk selalu mendekat ke Sang Pencipta ALLAH Azza Wa Jalla).

Gimana cara+solusi Ma Imah untuk bantu anak perempuan itu bisa berjalan? imbuh+saran Ma Imah, caranya mesti ngusir jin tengkor dari rumah anak perempuan itu. Setelah melalui berbagai pertempuran sengit, dng keluarnya beberapa jurus ajian pamungkas,  bisa berhasil jg Ma Imah ngusir jin tengkor keluar dari rumah (terusir,, mikir isengnya misal terusir ke tempat yang jauh, lumayan juga tuh jin tengkor ngesot-ngesot kiloan meter, jalan aja dah ngos2 an, hhe mikir gitu cuma sekedar intermezzo ringan aja). Di lanjut.... Sekar bilang, sedari jin tengklok itu terusir dari rumah, anak perempuan tetangganya mulai bisa belajar untuk memapah sedikit demi sedikit. Yaa.. Meski terlihat berjalan agak sempoyongan, lumrah,, mungkin waktu dia belajar di umur 4 tahun dia berjalan dengan  memopang tubuhnya yang terlanjur berat. Seenganya anak itu bisa berjalan, ungkap Sekar.

Di akhir, Sekar nyaranin ringan untuk lebih berhati-hati+bertanya-tanya waktu niat membeli rumah, perlulah sekedar selametan bersyukur kepada ALLAH misal dikasih rezeki dapet tempat tinggal.
Wallahu' alam.