Kamis, 05 Mei 2011

Hepatitis B 100 Kali Lebih Menular Dibanding HIV

Virus Hepatitis B merupakan salah satu penyebab infeksi liver atau hati berat. Di Amerika, 1 dari 20 orang dapat terinfeksi virus ini. Tiap tahunnya ada 2 juta orang terinfeksi, 350 orang dengan status kronis, dan diperkirakan 600 ribu orang di dunia meninggal akibat penyakit ini, Virus ini mempunyai media penularan yang serupa dengan HIV, yaitu melalui darah dan cairan tubuh. Hepatitis B tidak ditularkan melalui kontak kulit, keringat, air mata.

Beberapa gejala dari penyakit ini antara lain:

1. Berkurangnya nafsu makan
2. Mual muntah
3. Lemah
4. Nyeri perut terutama bagian kanan atas di sekitar iga paling bawah
5. Kulit kuning dan warna mata yang harusnya putih juga mulai menguning, yang dikenal sebagai jaundice.
6. Nyeri sendi

Diakui oleh World Health Organization (WHO) bahwa virus Hepatitis B berpeluang 50 sampai dengan 100 kali lebih menular (infectious) dibandingkan dengan Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Risiko terkena Hepatitis B meningkat apabila:

1. Pengguna jarum suntik yang tidak aman
2. Hubungan seksual yang tidak terproteksi. Gunakanlah kondom dengan bahan latex atau polyurethane apabila alergi latex.
3. Lahir dari ibu yang menderita Hepatitis B

Apabila Anda merasa telah melakukan tindakan yang berisiko terinfeksi Hepatitis B, segera ke dokter untuk dapat memperoleh suntikan immunoglobulin dalam waktu 24 jam.

Apabila Anda mengetahui telah mengidap Hepatitis B, ada baiknya untuk:

1. Selalu terproteksi saat berhubungan seksual
2. Utarakan kepada partner sexual Anda bahwa Anda mengidap Hepatitis B
3. Utarakan pula kepada tenaga kesehatan apabila Anda dirawat di RS untuk penyakit tertentu, sehingga tenaga kesehatan tersebut dapat melindungi diri dengan memakai sarung tangan saat melakukan tindakan medis
4. Jangan meminjamkan pisau cukur rambut atau kumis dan sikat gigi
5. Utarakan kepada dokter kandungan apabila Anda hamil

Penyakit Hepatitis B dapat bersifat akut (kurang dari 6 bulan) atau kronis (lebih dari 6 bulan). Kondisi kronik dapat menyebabkan kondisi sirosis Hepatis atau kondisi yang menyebabkan kerusakan jaringan liver permanen, gagal fungsi liver atau bahkan kanker yang berakibat fatal.

Meskipun terapi spesifik untuk virus ini masih dalam investigasi lanjut, sebenarnya virus ini dapat dicegah hanya dengan melakukan vaksin. Vaksin Hepatitis B yang dikenal sebagai Engerix-B efektif untuk memberikan 95% proteksi pada anak dan dewasa.
Perlu diperhatikan bahwa ada efek samping setelah pemberian vaksin ini yang berupa lemah, sakit kepala, mual dan bengkak di sekitar suntikan, yang tidak berlangsung lama.
 
sumber : detikHealth

Penderita Thalassemia Paling Banyak Ada di Jateng dan Jabar

Meski berisiko pada siapa saja, POPTI (Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalassemia Indonesia) menemukan penderita thalassemia paling banyak berasal dari suku Jawa dan Sunda.


"Sebelum menikah jangan lupa tes thalassemia dulu, apalagi kalau orang Jawa dan Sunda, itu paling banyak," jelas Ruswandi, pendiri POPTI (Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalassemia Indonesia) di bawag Yayasan Thalassemia Indonesia (YTI), dalam acara Press Briefing 'Satukan Cinta Kendalikan Thalassemia' di Prodia Tower, Jakarta, Rabu (4/5/2011).
Ruswandi menjelaskan, sebenarnya dia tidak tahu persis mengapa penderita thalassemia paling banyak berasal dari Jawa dan Sunda.

"Ini berdasarkan pantauan dari cabang-cabang (kantor cabang YTI di seluruh Indonesia) dan Thalassemia Center yang ada di RSCM," jelas Ruswandi.
Menurut penderita thalassemia banyak terdapat di Bogor, Sukabumi, Bekasi, Garut, Tasikmalaya, Banjar, Majalengka, Cirebon, Cilacap, Ciamis, Pangandaran.

"Sedangkan di Jawa, di Purwokerta ditemukan 80 orang, Kebumen (tahun 2010, 25 orang dan sekarang 50 orang). Dan masih banyak lagi di kota-kota kecil di Jawa. Kalau di RSCM orang Batak tidak ada. Ada yang dari Medan tapi asalnya dari Aceh. Kalau di Aceh memang banyak, ada sekitar 100 orang di Rumah Sakit" jelas Ruswandi.

Ruswandi mengatakan dari 22 cabang yang ada di Indonesia, ada sekitar 4.328 orang menderita thalassemia mayor, sedangkan di luar cabang ada sekitar 1.500an.

"Secara keseluruhan, di tahun 2010 ada 5.050 orang dan per April 2011 sudah tercatat 5.538 orang. Jumlah ini akan terus bertambah bila tidak dicegah," ujar Ruswandi.

Thalassemia adalah penyakit kelainan darah yang diturunkan atau diwariskan, ditandai dengan kondisi sel darah merah mudah rusak atau umurnya lebih pendek (<120 hari) sehingga penderita mengalami anemia dan harus menjalani transfusi darah seumur hidup.

Thalassemia ditemukan di seluruh penjuru dunia. Frekuensi pembawa gen thalassemia di Indonesia berkisar 6-10 persen, artinya dari setiap 100 orang terdapat 6 sampai 10 orang pembawa gen thalassemia (thalassemia minor).

Orang yang membawa gen thalassemia umumnya tidak memiliki gejala apapun. Yang menjadi masalah adalah ketika dua orang pembawa gen thalassemia menikah dan memiliki anak.

Ketika dua orang pembawa sifat thalassemia menikah, maka 25 persen kemungkinan anak yang dilahirkannya adalah menderita thalassemia mayor, 50 persen pembawa gen thalassemia (thalassemia trait) dan 25 persen normal.

Sedangkan orang pembawa sifat thalassemia menikah dengan orang normal, maka 50 persen kemungkinan memiliki anak pembawa gen thalassemia (thalassemia trait) dan 50 persen normal.

Dan bila pembawa sifat thalassemia menikah dengan penderita thalassemia mayor, maka 50 persen kemungkinan anaknya menderita thalassemia mayor dan 50 persen kemungkinan lainnya adalah pembawa sifat thalassemia.
Namun thalassemia merupakan penyakit darah bawaan yang sebenarnya dapat dicegah dengan menghindari memilih pasangan hidup yang membawa gen thalassemia tersebut.
Dengan melakukan skrining pasangan pembawa gen tersebut bisa mengukur tanggung jawab apa yang harus dilakukan jika hal tersebut terjadi pada keturunannya.

Jika masing-masing pasangan memiliki bawaan gen juga bisa memutuskan apakah akan memiliki anak atau tidak. Penyakit yang juga dikenal sebagai penyakit kelainan darah ini memang penyakit yang dapat merenggut hidup seseorang, bahkan ketika masih dalam kandungan sekalipun.
 
sumber : detikHealth

Nostalgia Baik Membuat Orang Bahagia

Tidak semua kenangan merupakan kenangan indah. Tak jarang orang mengalami kejadian buruk di masa lalu yang membuatnya trauma. Tapi dengan hanya mengingat-ingat kenangan baik dapat membantu orang merasa bahagia.


Sebuah studi yang dilakukan peneliti di San Francisco State University menunjukkan bahwa melihat kembali kenangan baik di masa lalu dapat membantu hari Anda saat ini berjalan dengan baik.

Sebaliknya, mengingat kenangan buruk dapat membuat orang menjadi lebih neurotik (gangguan pada urat saraf), murung, tertutup dan mempengaruhi kepuasan hidup secara keseluruhan.

Peneliti menyarankan orang untuk lebih fokus pada saat-saat bahagia dan mencoba 'membingkai ulang' momen-momen yang kurang menyenangkan untuk mengambil sesuatu hal yang lebih positif.

Dalam studi tersebut, peneliti mempelajari ciri kepribadian pada 750 partisipan melalui serangkaian tes. Hasilnya, peneliti menemukan bahwa noltalgia memainkan peranan kunci dalam kepuasaan hidup secara keseluruhan.

Mengenang momen-momen baik dalam hidup dapat membuat orang lebih sedikit merasa menyesal, sehingga memiliki pandangan hidup yang lebih terbuka dan kehidupan yang positif.

"Orang yang melihat masa lalu dengan kacamata merah (kenangan baik) lebih bahagia daripada mereka yang fokus pada pengalaman negatif dan penyesalan," jelas Professor Ryan Howel dari San Francisco State University, seperti dilansir Dailymail, Kamis (5/5/2011).

Studi yang telah dipublikasikan dalam jurnal Personality and Individual Differences melihat bagaimana masing-masing partisipan dapat merangking 'lima besar ciri kepribadian'.
Ciri kepribadian tersebut adalah terbuka atau penuh dengan rahasia, ekstrovert atau introvert, cara menyetujui sesuatu (agreeable), ketelitian (conscientious) dan sifat neurotik.

"Kami menemukan bahwa orang yang sangat ekstrovert lebih bahagia dengan kehidupan mereka karena mereka cenderung untuk berpandangan positif terhadap nostalgia masa lalu," jelas Prof Howel. Menurutnya, hasil studi ini bisa menjadi berita baik, karena walaupun mungkin sulit mengubah kepribadian seseorang, tetapi masih bisa mengubah pandangan terhadap waktu (masa lalu, sekarang dan masa depan) sehingga dapat meningkatkan kebahagiaan.

sumber : detikHealth

Kamis, 14 April 2011

Jenis-jenis Musik dan Efeknya untuk Tubuh

Setiap orang memiliki selera musik yang berbeda-beda. Banyak ahli juga percaya bahwa ritme atau irama musik memiliki efek menenangkan dan bermanfaat bagi tubuh. Dan setiap jenis musik memiliki efek yang berbeda untuk tubuh. Apa saja?

Musik adalah salah satu dari beberapa kegiatan menarik untuk seluruh bagian otak. Pythagorus, Plato dan Aristoteles menyadari kekuasaan terapi musik. Einstein sendiri mengatakan bahwa salah satu alasan ia begitu pintar adalah karena suka bermain biola.

Setiap genre atau jenis musik memiliki efek yang berbeda untuk tubuh. Berikut beberapa jenis musik dan efeknya terhadap tubuh, seperti dilansir Lifemojo, Senin (11/4/2011):

1. Musik klasik
Musik klasik adalah jenis musik yang sering melibatkan orkestra besar dan biasanya tanpa ada iringan vokal. Musik klasik memiliki kecenderungan untuk menenangkan tubuh dan merangsang pikiran. Jenis musik ini telah ditemukan dapat mengurangi stres (bahkan untuk orang yang tidak terlalu menyukai musik klasik) dan meningkatkan kecerdasan jenis tertentu seperti kemampuan verbal dan penalaran spasial-temporal.

Musik jenis ini tidak membuat Anda lebih cerdas, melainkan menyediakan lingkungan yang ideal untuk berpikir. Sebuah studi yang dilakukan di Hong Kong pada 90 anak laki-laki berusia antara 6 dan 15 tahun, ditemukan bahwa anak-anak yang belajar bermain musik dengan program orkestra sekolah memiliki kemampuan memori verbal yang lebih tinggi dan dapat belajar kata-kata yang lebih baru dibandingkan dengan anak-anak yang tidak menerima pelatihan musik.

Mendengarkan musik klasik juga memiliki efek yang sangat menenangkan detak jantung dan dapat membantu bagi orang dengan
penyakit jantung.

2. Musik India klasik
Musik India klasik  rumit dan ekspresif. Musik India didasarkan pada raga (mode melodi) dan taal (siklus berirama tertentu). Raga tertentu dikenal dapat mengaktifkan semua chakra (suasana hati atau pusat energi) dari tubuh, sehingga menguntungkan dalam melaksanakan tugas-tugas kreatif lainnya.

Terapi musik klasik india sering digunakan atau disarankan untuk pengobatan insomnia, migrain, sakit kepala kronis, hipertensi, gelisah, dll. Sebuah studi menemukan bahwa mendengarkan musik klasik India dapat meningkatkan kualitas tidur pada individu yang mengalami depresi. Para peneliti menyimpulkan bahwa efek tersebut sebanding dengan pengobatan hipnotis dalam meningkatkan kualitas tidur pada pasien depresi.

3. Musik Rap atau Hip Hop
Hip Hop musik memiliki efek yang berbeda pada banyak remaja. Di satu sisi, ditemukan jenis musik ini mempromosikan perasaan negatif, dan di sisi lain musik yang begitu energik membuat Anda ingin berdiri dan menari.

4. Musik Rock
Mendengarkan musik rock dapat memberikan adrenalin tidak seperti jenis musik lain. Jika Anda tidak suka mendengarkan musik rock, maka mendengarkannya dapat membuat Anda merasa marah dan kesal serta peningkatan denyut jantung dan tekanan darah. Namun, jika Anda menikmati mendengarkan jenis musik ini maka dapat membantu menghilangkan stres tanpa mempengaruhi denyut jantung atau tekanan darah.



sumber : detikHealth

Rahasia Agar Metabolisme Tubuh Lancar

Jakarta, Kunci untuk langsing dan menurunkan berat badan adalah mempercepat sistem metabolisme. Selain olahraga, beberapa nutrisi tepat dapat membantu mempercepat metabolisme Anda.

Hal utama yang menyebabkan cepat atau lambatnya kenaikan berat badan adalah sistem metabolisme dan proses pembakaran kalori. Semakin tinggi metabolisme, maka makanan lebih cepat dicerna dan membakar kalori lebih besar, sehingga tidak menyebabkan adanya timbunan lemak di tubuh.

Metabolisme adalah proses tubuh yang mengubah makanan dan minuman yang dikonsumsi menjadi energi. Selama proses biokimia yang kompleks, kalori dalam makanan dan minuman yang dikombinasikan dengan oksigen akan melepaskan energi yang dibutuhkan untuk fungsi tubuh.

Berikut beberapa nutrisi yang bisa membantu mempercepat sistem metabolisme tubuh, seperti dilansir Lifemojo, Rabu (13/4/2011):

1. Teh hijau
Teh hijau mengandung antioksidan yang kuat yaitu flavonoid, yang membantu melindungi terhadap
penyakitjantung, stroke dan kanker. Sebuah studi yang dilakukan di University of Geneva menemukan bahwa teh hijau mengandung catechin polyphenol, yaitu bahan kimia tanaman yang dapat meningkatkan metabolisme sebanyak 4 persen.

2. Almond
Almond mengandung asam lemak esensial dan serat, yang tidak hanya meningkatkan metabolisme tetapi juga memuaskan selera dan mengekang keinginan untuk makan berlebih, sehingga membantu penurunan berat badan.

3. Telur
Semua protein makanan membantu dalam meningkatkan tingkat metabolisme. Telur adalah salah satu makanan protein terbaik yang membantu meningkatkan metabolisme. Namun perlu dicatat bahwa kuning telur tinggi lemak sehingga perlu mempertimbangkan untuk mengonsumsi putih telur saja. Albumin dalam putih telur membantu untuk membangun massa tubuh tanpa lemak juga membantu membakar lemak.

4. Lemon
Lemon yang tinggi vitamin C , bertindak seperti antioksidan dalam tubuh. Lemon diyakini menjadi pembersih kuat untuk hati. Hati bertanggung jawab untuk memproses lemak dan mendukung sistem pencernaan. Ini berjalan jauh untuk meningkatkan aktivitas metabolik.

5. Bayam
Bayam sangat terkenal dengan zat besi, kalium dan magnesium. Bayam juga dianggap memiliki sifat antioksidan yang baik, yang tidak hanya membantu dalam menyingkirkan radikal bebas yang dihasilkan dalam tubuh, tetapi juga membantu dalam memperbaiki jaringan otot yang rusak. Bayam yang kaya serat juga dapat memperbaiki metabolisme tubuh dan membantu dalam proses penurunan berat badan.

6. Kafein
"Segelas minuman berkafein seperti teh dan kopi dapat meningkatkan laju metabolisme basal sekitar 5 sampai 10 persen selama dua jam," kata Dr Nicola Lowe, dosen nutrisi senior di University of Central Lancashire, seperti dilansir Dailymail.

Menurutnya, kafein sebagai stimulan dapat meningkatkan aktivitas saraf dan membuat gerakan tubuh lebih. Kafein juga mengubah penggunaan bahan bakar, sehingga tubuh lebih banyak membakar lemak untuk energi daripada glukosa.

7. Air dingin
Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh sekelompok peneliti Jerman menyatakan bahwa jika Anda mengonsumsi air dingin, tingkat metabolisme meningkat sampai 24 persen setelah jangka waktu 90 menit.

8. Yogurt
Yogurt disusun sesuai dengan budaya probiotik, yang sehat bagi bakteri dalam usus. Hal ini tidak hanya membantu dalam pencernaan yang lebih baik, tetapi juga mempercepat metabolisme tubuh. Selain itu, yoghurt disusun dengan menggunakan susu skim rendah lemak dan protein yang berkualitas baik. Dengan demikian, yogurt benar-benar bermanfaat untuk menurunkan berat badan.

9. Gandum utuh
Gandum utuh adalah sumber yang sempurna untuk karbohidrat kompleks dan serat, yang membantu meningkatkan tingkat metabolisme. Hal ini, pada gilirannya, menghasilkan penurunan berat badan.



sumber : detikHealth

Penyakit Jantung Menjauh dengan Makan Satu Buah Apel Setiap Hari

Tallahassee, Buah apel menjadi makanan favorit bagi orang yang sedang menjalankan program diet karena kandungan air dan serat pada apel bisa menekan nafsu makan. Tak hanya itu, makan 1 buah apel setiap hari juga bisa menjauhkan Anda dari penyakit jantung.

Penelitian terbaru yang dilakukan Florida State University di Tallahassee menemukan bahwa makan satu buah apel setiap hari baik untuk kesehatan pembuluh darah atau kardiovaskular.

Peneliti mencatat bahwa wanita yang makan apel setiap hari selama setahun dapat menurunkan kolesterol total sebesar 14 persen dan tingkat kolesterol jahat (LDL atau Low Density Lipoprotein) sebesar 23 persen.

"Saya tidak pernah menyangka bahwa konsumsi apel dapat mengurangi kolesterol jahat sambil meningkatkan kolesterol baik HDL (High Density Lipoprotein) sekitar 4 persen," jelas Bahram Arjmandi, Ketua Departemen Gizi, Makanan dan Ilmu Olahraga di Florida State University di Tallahassee, seperti dilansir Healthday, Rabu (13/4/2011).

Dalam studi terbaru ini, para peneliti ingin menilai efek jangka panjang dari konsumsi apel tersebut terhadap kesehatan jantung.

Peneliti merekrut 160 wanita antara usia 45 hingga 65 tahun. Para wanita tersebut secara acak dijadikan satu dari dua kelompok intervensi diet. Satu kelompok diberi 75 gram apel kering setiap hari selama setahun, sedangkan kelompok lainnya diberi plum kering setiap hari selama setahun.

Menurut penelitian ini, apel kering harian mengandung sekitar 240 kalori dan apel mengandung sekitar 5 gram serat, menurut Departemen Pertanian AS.

Peneliti menemukan bahwa wanita yang makan apel kering dapat menurunkan kolesterol total sebesar 14 persen. Kolesterol LDL turun 23 persen. Konsumsi apel harian juga secara signifikan menurunkan tingkat protein C-reaktif dan hidroperoksida lipid, dua bahan yang dapat mengindikasikan peningkatan risiko
penyakit jantung. Namun apakah plum berpengaruh pada tingkat kolesterol tidak disebutkan dalam studi abstrak.

"Apel benar-benar adalah buah luar biasa karena berbagai alasan. Alasan terbesar apel adalah serat, apel memiliki serat larut dan tidak larut. Serat tidak larut banyak ditemukan pada kulitnya, sedangkan daging buahnya mengandung serat larut," kata Jessica Shapiro, ahli gizi klinis di Montefiore Medical Center di New York City.

Menurut Shapiro, daging buah apel akan menjadi zat seperti gel yang sangat kental yang dapat mengambil kolesterol dan menariknya keluar dari tubuh.

"Satu hal yang baik dalam apel adalah pektin. Ini adalah zat yang digunakan untuk membuat jeli atau selai, dan pektin berkontribusi terhadap viskositas apa yang terjadi melalui tubuh, dan membantu mengeluarkannya. Apel juga punya banyak antioksidan dan komponen alami lainnya," katanya.

Shapiro mengatakan dia akan merekomendasikan apel segar ketimbang apel kering, karena beberapa nutrisi mungkin hilang dalam proses pengeringan.

Menurut US Centers for Disease Control and Prevention, makanan dapat memiliki efek pada kadar kolesterol. Makanan yang mengandung lemak jenuh, lemak trans dan kolesterol dapat meningkatkan kadar kolesterol, sedangkan makanan dengan lemak sehat seperti minyak zaitun dapat menurunkan kolesterol Anda.

Makanan dengan serat, seperti buah-buahan, sayuran dan biji-bijian, dapat menurunkan kadar kolesterol, sedangkan karbohidrat yang rendah serat cenderung meningkatkan kadar trigliserida dan menurunkan kadar HDL sebagai kolesterol baik.

Hasil penelitian ini telah disajikan pada pertemuan Experimental Biology di Washington D.C hari Selasa lalu.

sumber : detikHealth

Bisakah Jengkol yang Kaya Zat Besi Mengobati Kurang Darah?

Jakarta, Kekurangan zat besi merupakan penyebabpemicu terbesar pada anemia atau kurang darah. Buah jengkol disebut-sebut berkhasiat untuk mengatasi kondisi tersebut, karena diyakini memiliki kandungan zat besi cukup tinggi. Benarkah demikian?

Informasi yang beredar di berbagai blog dan milis menyebutkan, jengkol (Archidendron pauciflorum) mengandung 4,7 gram zat besi dalam setiap 100 gram. Padahal rata-rata orang mengonsumsi jengkol 20-50 gram/porsi, sehingga diperoleh kandungan besi sebanyak 0,85-2,3 gram (850-2300 mg).

Jumlah tersebut cukup tinggi mengingat kebutuhan zat besi pada manusia umumnya hanya berkisar antara 11-27 miligram, tergantung usia dan kondisi kesehatannya. Ibu hamil membutuhkan zat besi lebih banyak karena diperlukan dalam pertumbuhan fisik dan kecerdasan janin yang dikandungnya.

Kekurangan zat besi bisa memicu anemia atau kurang darah, karena zat besi dibutuhkan dalam sintensis sel darah merah atau hemoglobin (Hb). Pada masa tubuh kembang, kekurangan zat besi juga bisa menghambat perkembangan fisik dan kecerdasan anak.

Saat dimintai komentar tentang khasiat jengkol untuk mengobati anemia, Ketua Satgas Anemia Defisiensi Besi (Adebe) Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof Dr Djajadiman Gatot, SpA(K) mengaku tidak tahu-menahu tentang kandungan nutrisi di dalam buah yang terkenal akan baunya tersebut.

"Kalau ditimbang untung ruginya, makan jengkol malah ada risiko keracunan yang dampaknya bisa merusak ginjal. Selain itu, kerugian lainnya tentu saja harus siap dengan baunya," tuturnya dalam jumpa pers Anemia Defisiensi Besi pada Anak di laboratorium klinik Prodia, Kramat, Rabu (13/4/2011).

Seperti yang pernah ditulis detikHealth sebelumnya, keracunan jengkol dipicu oleh asam jengkolat (jengkolic acid) yakni sejenis asam amino yang terkandung dalam biji jengkol. Endapan asam jengkolat membentuk kristal berujung runcing yang bisa melukai pembuluh darah di ginjal dan saluran kencing.
Gejala keracunan jengkol antara lain sebagai berikut:


  1. Merasakan nyeri perut
  2. Mual-muntah
  3. Susah buang air kecil atau disebut juga 'anyang-anyangan'.
  4. Pada tingkatan yang lebih parah, volume air kencing yang dikeluarkan berkurang dan kadang-kadang disertai bercak darah.

Menurut Prof Gatot, bahan makanan yang sudah terbukti mengandung zat besi dan bisa mengurangi risiko kurang darah antara lain hati ayam, sayuran hijau serta daging merah. Suplemen zat besi juga diperlukan pada kondisi tertentu misalnya saat hamil dan pada masa tumbuh kembang.

Selain itu, zat besi juga bisa didapatkan dari bahan makanan tertentu melalui program fortifikasi atau penambahan nutrisi. Seperti halnya vitamin A yang ditambahkan pada minyak goreng dan yodium pada garam, saat ini zat besi juga sudah ditambahkan ke beberapa merek tepung terigu.


Sumber : detikHealth