Rabu, 02 Desember 2009

Jin Tengkor


Sharing aja tentang satu cerita,, cerita yg bisa dikatain nonfiksi tapi bisa juga dikatain fiksi, percaya boleh ga percaya juga boleh, yah tergantung penalaran dan pemikiran masing-masing aja. Tau lah tentang "suster ngesot" hantu yang jalannya ngesot-ngesot, hantu yg rating popularitasnya naik gara-gara nongol di film-film horor layar lebar. Hantu yang orang awam pun kenal, bak layaknya artis yang akting di sorotan kamera buat orang yang nonton teriak-teriak histeris. Whatever lah...


Awalnya masa bodo ngapain mikirin, boro-boro ingin tau kenapa tuh hantu jalan ngesot-ngesot g puguh.
Ada sharing, yaa.. bertindak sebagai pendengar yang baik, dapet neh sharing penting ga penting lumayan untuk sharing juga. Sebut aja Sekar (nama samaran), Sekar cerita tentang satu tetangganya, dimana tetangganya itu tinggal di kota yang penuh aroma dengan kejadian2 mistik. Tetangga Sekar punya putri perempuan yang sekiranya sekarang umurnya 4 tahun. Di jelasin, anak perempuan itu sampe sekarang belum bisa jalan, padahal fisik kaki anak itu normal2 aja keadaannya. Dari usia normal 1 tahun hingga 2 tahun dia dah menjalani pengobatan medis, dari perjalanan medisnya yg didapat, kondisi tulang dari anak kecil itu normal-normal aja. Dari cerita Sekar, bahkan anak kecil itu di vonis  dokter  anak yang normal untuk bisa jalan layaknya anak kecil pada umumnya. Sebagai orang tua ya jelas bingunglah, terbelenggu rasa cemas dan bertanya-tanya.. "ada apa dengan anak saya, apa dosa saya" (meureun gitu ungkapan di hati kecilnya).

Melaju seiring waktu, apa daya anak yang dah berumur 4 tahun itu, cuma bisa merondang dan di gendong orang tuanya untuk bisa bepergian jauh. Satu saat orang tuanya  nguping2, didapet informasi tentang seseorang yang mendapat titisan dari leluhurnya (sebut aja Ma' Imah), dimana dari cerita yang beredar , Ma Imah bisa membantu pengobatan alternatif (dengan dasar tujuan do'anya kepada ALLAH Yang Kuasa). Seraya dengan informasi yang orang tuanya denger tentang pengobatan itu, langsung ngacir  tuh dibawa anak perempuannya ke tempat pengobatan Ma Imah, kebetulan tempatnya g terlalu jauh (jadi g terlalu engap-engapan gendong anaknya).


Kalem... nah disini boleh percaya boleh juga kagak percaya..
Sekar lanjutin ceritanya,, di tempat pengobatan, Ma Imah bilang klo anak perempuan itu g bisa jalan  disebabkan pengaruh mistik alias pengaruh gaib. Di rumah anak itu ada "jin tengkor" (Sekar bilang alias hantu ngesot) yang dah lama menclok di rumah anak perempuan itu. Jin tengkor itu selalu ngeganggu misal anak itu mau belajar jalan, yang Sekar denger dari Ma Imah, jin tengkor selalu megangin erat kaki si anak misal mau belajar mapah berjalan. (si jin tengkor ingin punya temen sama-sama tengkor kali, mau buat organisasi apa. Entah apa pemikiran si jin tengkor, emang yang nama nya jin sesat niatnya selalu ngeganggu, banyak-banyak dzikir aja untuk selalu mendekat ke Sang Pencipta ALLAH Azza Wa Jalla).

Gimana cara+solusi Ma Imah untuk bantu anak perempuan itu bisa berjalan? imbuh+saran Ma Imah, caranya mesti ngusir jin tengkor dari rumah anak perempuan itu. Setelah melalui berbagai pertempuran sengit, dng keluarnya beberapa jurus ajian pamungkas,  bisa berhasil jg Ma Imah ngusir jin tengkor keluar dari rumah (terusir,, mikir isengnya misal terusir ke tempat yang jauh, lumayan juga tuh jin tengkor ngesot-ngesot kiloan meter, jalan aja dah ngos2 an, hhe mikir gitu cuma sekedar intermezzo ringan aja). Di lanjut.... Sekar bilang, sedari jin tengklok itu terusir dari rumah, anak perempuan tetangganya mulai bisa belajar untuk memapah sedikit demi sedikit. Yaa.. Meski terlihat berjalan agak sempoyongan, lumrah,, mungkin waktu dia belajar di umur 4 tahun dia berjalan dengan  memopang tubuhnya yang terlanjur berat. Seenganya anak itu bisa berjalan, ungkap Sekar.

Di akhir, Sekar nyaranin ringan untuk lebih berhati-hati+bertanya-tanya waktu niat membeli rumah, perlulah sekedar selametan bersyukur kepada ALLAH misal dikasih rezeki dapet tempat tinggal.
Wallahu' alam.

Senin, 30 November 2009

Benda-Benda Peninggalan Rasulullah SAW

:: Kunci Ka'bah

:: Pedang peninggalan Rasulullah ketika berperang



 

 
:: Busur panah Rasulullah SAW



:: Telapak kaki Rasulullah SAW

:: Rambut Jenggot Rasulullah SAW

:: Rambut kumis Rasulullah SAW

:: Beberapa helai rambut Rasulullah SAW

:: Baju gamis Nabi SAW yang lusuh dan robek-robek


:: Bagian dari baju gamis Nabi SAW yang sudah sobek

:: Baju dan barang-barang Rasulullah SAW

:: Koleksi sorban Nabi Muhammad SAW



:: Beberapa sandal peninggalan Rasulullah SAW



 

 
::  Topi besi Rasulullah SAW

:: Cap surat Rasulullah SAW



:: Mangkuk tempat minum Rasulullah SAW
 
:: Wadah kotak gigi Rasulullah SAW

:: Surat Rasulullah SAW kepada Raja Nijashi, Raja Habsyah
 
:: Surat Rasulullah SAW ke Kaisar Romawi abad ke 7

 :: Surat Rasulullah SAW kepada Raja Heraclius


 :: Denah rumah Rasulullah SAW (setelah dibongkar)



:: Rumah Nabi Muhammad Saw dan Sayyidah Khadijah, tempat mereka berdua tinggal selama 28 tahun. Inilah bukti penghancuran yang dilakukan oleh Wahabi-Salafy terhadap situs-situs sejarah Islam.

:: Sisa reruntuhan kamar Rasulullah SAW dan Sayyidah Khadijah


:: Reruntuhan mihrab tempat Rasulullah SAW biasa melakukan sholat


:: Reruntuhan pintu masuk ke kamar Rasulullah SAW

:: Reruntuhan tempat Sayyidah Fatimah, putri Rasulullah SAW dilahirkan


:: Makam Siti Aminah, Ibunda Rasulullah SAW

:: Foto ini adalah makam Sayyidah Khadijah (yang besar) dan putranya, Qasim (yang kecil) di sudut.


 :: foto : http://aashanta.wordpress.com, http://moeflich.wordpress.com/, http://aashanta.wordpress.com

Minggu, 29 November 2009

Mengalahkan Atau Dikalahkan

Mengatasi rasa jenuh mungkin adalah suatu hal yang tidak mudah bagi sebagian orang. Penyebabnya bisa bermacam-macam, salah satunya adalah rutinitas atau pekerjaan yang dirasakan monoton sebab selalu harus dikerjakan setiap hari dalam bentuk yang sama. Bagi sebagian orang, mungkin hal itu tidak menantang, dan kurang membangkitkan gairah kala mengerjakannya. Sehingga mereka memilih untuk mengerjakan sesuatu hal yang lain, yang dirasakan lebih menarik dan lebih menuntut kreatifitas.
Padahal, mengalahkan rasa bosan atau jenuh adalah sebuah kreativitas tersendiri. Setidaknya, setiap orang yang berhasil menaklukkannya telah berhasil mengubah paradigma yang tertanam dalam pikirannya bahwa pekerjaan tersebut membosankan, berganti menjadi sebuah produktifitas baru dengan semangat yang baru pula. Tidak mudah? Tentu saja. Bahkan perlu keterampilan tersendiri, kesabaran, dan yang paling penting adalah: kemauan. Bila kemauan tidak dihadirkan, maka perubahan itu tak kan terjadi.


Mengalahkan rasa bosan mungkin seumpama memukul-ratakan sebuah bongkahan batu yang akan menghabiskan energi. Ia menjadi sebuah momok tersendiri bagi tiap diri. Bisa dihitung berapa orang yang sukses menghancurkan 'batu kebosanan' itu. Sebagian besar hanya akan menunggu sampai batu itu hancur dimakan zaman atau dilubangi oleh air yang menetes dari hujan. Cukup jarang mereka yang dapat menjadikan batu tersebut sebagai 'lawan' dan dikalahkan. Menjadikan rasa bosan sebagai 'kawan' hanya akan membuatnya mendekam lebih lama dalam diri kita.Sebenarnya, menjalani rutinitas tidak akan menjelma menjadi sebongkah ‘batu kebosanan’ yang akan terus dirasakan menghimpit, apabila kita menjalaninya
dengan kesabaran dan juga keikhlasan. Melapangkan hati dan mengusir ‘debu-debu penyakit’ di dalamnya akan membantu diri kita untuk bisa menerima setiap kondisi dengan hati tenang. Masalahnya sekarang, menjadikan hati tetap ikhlas setiap saat dan membuatnya lapang selalu, adalah hal yang tidak mudah. Pula bergantung dari ‘bahan bakar’ yang ada dalam tiap diri kita, yang akan memompa semangat serta bekerja keras mengusir tiap titik debu ketidakikhlasan. Bahan bakar itu bernama keimanan.


Seringkali kita menyalahkan lingkungan di sekitar atas rasa bosan atau kejenuhan yang, menurut kita, sedang melanda. Mengkambinghitamkan sesuatu di luar diri kita rupanya menjadi pekerjaan mudah yang akan selalu kita lakukan, apabila kita tidak mau untuk melakukan introspeksi diri atau ber-muhasabah. Karena, bisa jadi
kondisi stagnan atau rasa jenuh itu datang oleh sebab diri kita yang sering berpikiran negatif terhadap apa yang sedang dilakukan, atau terhadap seseorang yang sedang dihadapi. Sehingga semuanya terasa begitu tidak menyenangkan. Bisa jadi pikiran-pikiran itu muncul dikarenakan diri kita yang tak mampu berinovasi
dan berpikir kreatif untuk mengembangkan kemampuan serta tugas-tugas kantor yang sedang dikerjakan. Bisa jadi ketidaknyamanan itu adalah akibat dari diri kita yang selalu merasa kurang sehingga timbul emosi dan gejolak untuk mendramatisasi keadaan. Lalu muncullah sebuah pikiran yang akhirnya dinyatakan sendiri maupun kepada orang lain, “Aku bosan! I’m outta here!”


Itu semua adalah pilihan. Sebab perubahan hanya akan terjadi pada mereka yang memiliki kemauan kuat untuk berubah atau mengubah kondisi tak menyenangkan yang mereka rasakan serta menghadapi segala hambatan yang memang akan selalu ada. Kita sendiri yang menentukan, akan mengalahkan atau dikalahkan oleh “rasa bosan”.

:: Eramuslim | 11/04/2005 

Tentang Lupus


Sejenak bergetir, meski air mata g sampe melumer.. Jelas hati ini ikut berduka. Disaat denger temen (adik kelas akhwa waktu kuliah) meninggal dunia.
Innalillahhi wa inaillaihi roji'un...
Ditelisir dari info beberapa temennya, dy sempet sakit Lupus,, saat itu juga cari info tentang Lupus.

Lupus ato systemic lupus erythematosus adalah suatu penyakit yang belum ditemukan penyebabnya(masih samar-samar) jg belum ada obatnya, dimana dideskripsikan penyakit ini tubuh memproduksi antibodi yg berlebihan, sehingga antibodi jadi liar dan balik menyerang si-odapus. Antibodi yg kudunya melindungi malah membalik menyerang sel-sel yang sehat.

Deskripsi lainnya, Lupus adalah suatu penyakit karena adanya Kelainan Sistem Kekebalan Tubuh (Auto Immun), dimana pada keadaan normal tubuh manusia membentuk antibodi untuk melawan infeksi dari luar, tetapi pada SLE (Systemic Lupus Erythematosus) terbentuk antibodi yang menyerang organ tubuhnya sendiri, misalnya dapat menyerang ginjal, hati, sistem darah, kulit dan lain-lain.

Ciri-ciri lupus :
1. Nyeri persendian tulang
2. Sariawan sampai di tenggorokan
3. Suhu tubuh tinggi
4. Ada semacam Ras kupu-kupu di pipi
5. Kerontokan tubuh
6. Anemia


Lupus sering disebut juga dengan Penyakit Seribu Wajah. Karena apa disebut demikian ? Hal ini dikarenakan penyakit Lupus, munculnya bisa berwujud penyakit lain. Kadang Lupus menyerang ginjal, lalu disangka menderita penyakit ginjal.
Menurut statistik, kelainan ini lebih banyak terjadi pada wanita daripada pria dengan perbandingan 9 : 1. Seringkali kali seseorang tidak terdeteksi mengidap penyakit yang sulit disembuhkan dan bisa mengancam jiwa ini. Salah satu penyebabnya adalah karena Lupus memiliki gejala yang tidak khas.
 

Yayasan Lupus Indonesia (YLI) yang dipelopori dan diketuai oleh ibu Tiara Savitri SPd adalah suatu wadah yang berusaha menyebarluaskan informasi yang dibutuhkan tentang penyakit Lupus ataupun rujukan dokter-dokter Pemerhati Lupus. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan Yayasan Lupus Indonesia adalah penyuluhan kesehatan terutama mengenai penyakit Lupus kepada masyarakat umum, medik, maupun paramedik, meringankan beban pasien Lupus, pengumpulan dana, memperjuangkan kepentingan penderita Lupus dan mendirikan layanan kesehatan, mengadakan seminar, juga berusaha melakukan pengadaan sarana pertemuan bagi Odapus.
 

Tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan lupus. Pengobatan yang diberikan berguna untuk menangani gejala-gejalanya. Dokter akan melihat gejala yang ada dan mengobati gejala tersebut. Untuk gejala yang lebih berat, digunakan obat kortikosteroid atau terapi sitostatik/ chemotheraphy. Antibiotik, antivirus dan anti jamur juga diberikan apabila juga ada infeksi.


:: info : http://stelicia.multiply.com, http://lemut1.wordpress.com

Sabtu, 28 November 2009

Tanda Jodoh Yang Islami


Urusan Jodoh itu ditangan Allah SWT, nah lalu bagaimana cara mengenali jodoh dalam islam. Tips ini berguna bagi anda yang sedang mencari jodoh dari ustad cinta, Restu Sugiharto. Menurut ustad ini ..
Tanda jodoh dalam Islam itu adalah “3M”. Apa itu?
Siapa yang paling bisa MemaklumiMemaafkan dan Memotivasi kita ke arah yang lebih baik Insya Allah itu jodoh kita
Jadi kalau mau mencari jodoh, carilah yang bisa melakukan 3M diatas supaya hubungan cinta dapat langgeng dan tidak tercerai berai alias cerai. Jadi jodoh itu jangan berdasarkan nafsu (ganteng, kaya, dsb) tapi haruslah berdasarkan Islam (kuat aqidahnya, rajin ibadah dan indah akhlaknya).
Menurut Ustad yang juga dikenal sebagai pakar perjodohan dan pemilik pengajian Mujahadah Cinta Keluarga,  jika cinta itu menurut Islam maka cinta itu datangnya dari Allah.
Stttttttt! Jangan percaya ama  ramalan jodoh atau cinta monyet. Karena itu bukan jodoh yang sesungguhnya.
Cukup ingat 3M diatas supaya kamu benar-benar mendapatkan Jodoh menurut Islam yang dapat membahagiakan dalam hidupmu kelak. Mencari jodoh berdasarkan Islam. Insya Allah akan membahagiakan hidupmu baik dunia maupun akhirat.

Senin, 23 November 2009

Nama-Nama Pintu Jahannam

1. HAWIYAH diperuntukkan atas orang-orang yang ringan timbangan amalnya, yaitu mereka yang selama hidup di dunia mengerjakan kebaikan bercampur keburukan. Orang muslim laki-laki maupun perempuan yang perbuatan sehariharinya tidak sesuai dengan ajaran Islam, maka Hawiyah sebagai tempat tinggalnya. Mereka ini yaitu orang yang tidak mau menerima syariat Islam, tidak mau memakai jilbab (bagi wanita), memakai sutra dan emas (bagi laklaki), mencari rejeki dengan cara tidak halal, memakan riba dan lainsebagainya. Wallahu a’lam.    
  

2. JAHIM adalah neraka sebagai tempat penyiksaan atas orang-orang musyrik atau orang-orang yang menyekutukan ALLAH, maka sesembahan mereka akan datang untuk menyiksa mereka. Orang yang di dunia menyembah sapi (bangsa Hindu) maka sapi yang akan menyiksa orang itu. Orang yang menyembah patung berbentuk hewan, maka patung itu yang akan menyiksanya. Dan demikian selanjutnya.
Syirik disebut sebagai dosa yang  paling besar menurut ALLAH, karena syrik berarti mensekutukan ALLAH atau menganggap ada mahluk yang lebih hebat dan berkuasa sehebat ALLAH. Syirik dapat pula berarti menganggap ada Tuhan lain selain ALLAH. Wallahu a’lam.


3. SAQAR adalah tempat untuk orang-orang munafik, yaitu orang-orang yang mendustakan (tidak mentaati) perintah ALLAH dan Rasulullah. Mereka mengetahui bahwa ALLAH sudah menentukan hukum Islam melalui lisan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, tetapi mereka meremehkan syariat (hukum) Islam. Maka dibakar dalam api adalah hukuman untuk mereka. Wallahu a’lam.

4. HUTHAMAH itu disediakan untuk orang yang suka mengumpulkan harta, serakah dan menghina orang-orang miskin. Mereka berpaling dari agama, tidak mau bersedekah dan tidak mau pula membayar  zakat. Mereka juga memasang wajah masam apabila ada orang miskin yang meminta bantuan. Maka ALLAH membalas dengan menyiksa mereka dengan cara menguliti dan mengelupaskan kulit muka mereka. Serta  membakar mereka semau yang ALLAH mau. Wallahu a’lam.


5. Hutamah disediakan untuk gemar mengumpulkan harta berupa emas, perak atau platina, mereka serakah tidak mengeluarkan zakat hartanya dan mencela menghina orang-orang miskin. Maka di Huthamah harta mereka dibawa dan dibakar untuk diminumkan sebagai siksa kepada manusia pengumpat pengumpul harta. Wallahu a’lam.


6. SAIR diisi oleh orang-orang kafir. Dan orang yang memakan harta anak yatim. Kafir berasal dari kata kufur yang berarti ingkar atau menolak. Sehingga kafir dapat diartikan menolak adanya ALLAH atau dengan membantah perintah ALLAH dan Rasul-NYA. Jadi manusia kafir itu terdiri dari:
  - orang yang tidak beragama Islam atau orang yang tidak mau membaca syahadat.
  - orang Islam yang tidak mau shalat 
  - orang Islam yang tidak mau puasa
  - orang Islam yang tidak mau berzakat
                                   Wallahu a’lam.

7. WAIL disediakan untuk para pengusaha dan pedagang yang culas, mengurangi timbangan, mencalo barang dagangan untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat. Maka dagangan mereka dibakar dan dimasukkan ke dalam perut mereka sebagai azab atas dosa-dosa mereka.
Wallahu a’lam.





:: Ilustrasi gambar diambil dari e-book (cinta_rasul@yahoogroups.com) : Beberapa Neraka Jahannam

Cerita "Antara Seorang Istri Dan Ibu Suaminya "

Disunting oleh seorang ibu dari Bekasi... Berbagi pengalaman untuk masukan. :)

Saya pernah membaca bahwa yang paling berhak atas diri seorang wanita adalah suaminya. Sedangkan yang paling berhak atas diri seorang laki-laki adalah Ibunya. Di tangan manakah, oleh suami, posisi seorang istri diletakkan? Kanan atau kiri? Maksudnya, mana yang didahulukan kepentingannya. Istri atau Ibu? Mengenai kasih sayang, tak ragu lagi cinta suami kepada saya. Tapi jika menyangkut masalah keuangan, saya selalu merasa dinomorduakan!

Dulu saya sulit sekali menerima kenyataan bahwa setelah menikah saya masih harus berbagi gaji suami yang pas-pasan itu dengan ibunya di kampung. Saya cemberut setiap kali melihat tulisan "untuk Ibu" di daftar pengeluaran bulanan. Saya tak rela jika uang jatah tabungan itu dialokasikan untuk keluarganya. Pikir saya, toh mereka enggak miskin2 amat, dan anak Ibunya kan bukan cuma suami saya. Kalau begini terus, mungkin kami akan tinggal di rumah kontrakan seumur hidup. Begitulah keberatan yang saya tumpahkan pada suami, sebagai hasil kolaborasi ketipisan iman saya ditambah bisikan setan yang menyesatkan.

Lama saya berjibaku dengan pikiran buruk seperti itu. Saya merasa sayalah yang paling berhak atas semua yang menyangkut suami : diri, cinta, dan hartanya. Bukankah saya yang setiap hari harus memasak untuknya, mencuci pakaian kotornya, merawat dan membesarkan buah hatinya?

Lalu suatu hari seorang teman curhat. Kakak lelakinya berubah menjadi pelit dan menjaga jarak setelah menikah. Sebelumnya dia begitu loyal kepada keluarga, apalagi kepada ibunya. Sekarang, jangankan memberi uang, mengunjungi ibunya saja jarang. Padahal kehidupan ekonominya semakin mapan setelah dia menikah. Usut punya usut, ternyata istrinya terlalu dominan. Selain uang, waktu berkunjung ke ibunya pun dibatasi oleh sang istri. Jadilah orangtuanya merana karena dilupakan putranya sendiri.

Cerita teman itu membuat saya berpikir dan berkaca diri. Sampai akhirnya saya tersadar, bukankah sudah sepatutnya saya bangga dan bersyukur punya suami yang tetap berbakti pada orangtua tanpa mengenyampingkan kewajiban pada istri dan anaknya? Tapi saya malah tidak mendukungnya, tidak ikhlas, tidak qonaah dengan apa yang telah dilakukan dan diberikan oleh suami.

Saya iri kepada ibu mertua. Padahal kalau mau iri, justru ibunyalah yang paling berhak dan pantas untuk iri pada saya. Betapa tidak, anak lelaki yang telah dirawat dan dibesarkan sepenuh hati, ketika dewasa dan mandiri harus direlakan pergi untuk menikah dengan seorang wanita yang akan mengambil alih seluruh energi cinta, perhatian, diri, serta hartanya. Dan hanya menyisakan sekian persen dari semua itu untuk orangtuanya. Padahal jasa orangtua belum cukup terbalaskan  dan tak akan pernah terbalaskan. Duh, saya jadi malu sendiri.

Sejak itu, saya tak pernah komplain atau manyun lagi jika "untuk ibu" terselip di daftar pengeluaran kami. Saya yakin, semakin banyak memberi semakin banyak diberi, asal dengan ikhlas yang menyertai. Dan itu terbukti, kehidupan saya dan keluarga menjadi semakin membaik. Itu semua berkat akumulasi doa yang dimunajatkan seorang ibu yang tak pernah kehilangan bakti dari anak lelakinya sendiri, meski ia sudah beristri. Saya yakin itu.